juru scan,,

hahah,, harusnya gue masuk mata kuliah Bank dan Lembaga keuangan lainnya sabtu ini..
tapi berhubung gue adik ipar yang baik hati.. maka gue memilih untuk tidak masuk dan membantu dia di kantor... alah bahasa gue,,
gue jadi apa tepatnya,,, gue jadi juru sortir,, juru scan n fotocopy,, anjrid,, banyak banget,, tapi sedikit2 sedikit ngerti lah kerjaan abang ipar gue itu apaan,,,ribet juga ya di bagian akuntansi,, pada jurusan gue akuntansi,, tapi begitu liat itu faktur segitu banyak pengen mabok rasanya,,
oh my God,, nggak kebayang kalo gue nanti bener2 kerja di bagian akuntansi,,, ribetnya,, tiap pulang abang gue selalu bawa anggaran buat gue baca n gue pelajarin,, tapi emang dasar gue nya aja kali yah yang ndableg,, gue nggak ngerti2 juga,, tapi pelan2 sih aga2 ngerti juga,, n kesimpulan gue,, BUMN itu penghasilan bulanannya milyaran,, udah,, gue cuma tau itu,, hahahaha,,,,, parah banget,, nggak kebayang hari pertama gue kerja nanti,,, bos nyuruh ini,, bengong,,, bos nyuruh itu,, bengong lagi... bos nyuruh minum air kencing,, juga bengong,, hahahaha

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

"cukup"

kemaren dan hari ini gue bisa memetik pelajaran penting dari dosen gue.. ini lah saatnya gue harus memutar balikan semua perspektif gue tentang apa yang gue jalanin..

selama ini gue tahu titik di mana gue selalu merasa tidak bahagia, tertindas, tidak beruntung, or whatever else,, tapi kenyataannya itu cuma perasaan gue sendiri yang keluar karna otak gue ini terlalu dangkal dan sempit..
Pa Imam Abu Hanifah.. dosen manajemen biaya gue.. ini kesimpulan gue ya.. "hidup itu harus merasa cukup.. dulu saya di Bandung,, memiliki penghasilan 3 kali lipat di banding di untirta.. tapi ya sekali lagi,, saya harus merasa "Cukup" atas pilihan saya,, saya bisa jalanin atas apa yang saya pilih.."
konsep cukup ini lah kadang yang nggak bisa dimiliki setiap orang,, bahkan gue,, dari kata ketidak cukupan yang gue miliki,, akhirnya semua becabang jadi banyak kata.. "marah-iri-tidak beruntung-lo sih enak, lah gue-gue ini siapa sih" dan masih banyak lagi.. gue jarang banget,, berteriak cukup,, lebih sering berteriak,, ini masih kurang,, apa masih ada yang lebih dari ini,,

banyak banget orang-orang disekeliling gue,, yang punya hidup berlebih,, tapi Quality of mind nya low banget,, dia ngerasa nggak bahagia.. tapi begitu gue liat temen gue yang dari daerah, hidup pas-pasan,, bisa setiap hari senyum, dan bisa selalu positif dalam memandang banyak hal..
gue kemaren sibuk mengamati dan mencari tahu,, kenapa anak LDK (organisasi keislaman masjid kampus/rohis) di kampus gue, setiap ketemu orang selalu senyum? senyumnya itu yang bikin gue selalu bertanya,, senyum yang bener2 tulus dan nggak dibuat-buat.. gue jarang bisa kayak gitu,, sering banget gue kalo ketemu orang n nyapa,, selalu punya senyum palsu.. a fake smile always,, setelah gue telusurin try to know them more better,, ternyata mereka merasa cukup atas apa yang mereka miliki dan bersyukur,, hal-hal ini yang ngebawa pikiran kita jadi positf..
nggak negatif dalam memandang banyak hal..

apa yang udah dikasih sama keluarga gue (keluarga kaka gue, gue numpang dirumah dia), udah lebih dari cukup.. ga kerasa,, uang saku gue tiap hari masih sama kayak uang saku gue semester yang lalu.. tapi enggak tahu kenapa sekarang kerasa beda,, semester lalu,, gue selalu ngerasa uang gue selalu nggak cukup.. kurang inilah.. kurang itu lah.. banyak lah intinya.. tapi semester sekarang nggak tahu kenapa,, masih bisa sisa,, dan gue agak jarang mengeluh,, "gue nggak ada duit,," kalo cuma sekedar di ajak nonton yang murah meriah.

mungkin gue mulai sedikit demi sedikit,, belajar konsep cukup dalam hidup gue,, dari rasa cukup itulah akan ada rasa bersyukur,,, syukur alhamdulilah gue masih bisa diteruma di Untirta,, bagi gue ini Universitas Kehidupan.. emang dari segi akademika,, agak mengecewakan,, tapi ya itu dia,, gue menilai dari sisi positif lain,, tanpa gue di untirta,, (mungkin di kampus yang punya label "mahal"-"Unggulan"-"negeri Favorit") gue nggak bisa belajar banyak,, thanks..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

into the wild



Betapa katronya gue!! Baru nonton ini film,, tapi nggak apa-apa dari pada nggak sama sekali.. dari review yang gue baca di Blog-blog orang,, film ini ada di Indonesia tahun 2007 dan dibawa pas event Jiffest.. film ini disutradarai sama Sean Penn..
Film ini sukses membuat mata berkaca-kaca,, yang pastinya bukan karna kesedihan akan romantisme ya,, tapi kesedihan menatap diri sendiri.. film ini juga mengingatkan gue untuk me-review kembali akan kebahagian hidup itu sendiri… Film ini di adopsi dari bukunya Jon Krakuer..
Film yang diambil dari kisah nyata ini (kerennya based on true story) menceritakan tentang kegalauan seorang anak muda bernama Christoper McCandless tentang semua yang ada disekitarnya.. dari keluarga sampe hidupnya,, sampe akhirnya after graduation time.. dia memutuskan hal penting dalam hidupnya,, dia memilih untuk berpetualang menuju Alaska.. dia menyumbangkan uang simpanannya sebanyak $ 24.000, kepada yayasan,, uang itu seharusnya jadi modal dia buat masuk Harvard.. menggunting semua identitasnya agar tidak diketahui oleh siapapun..
and the adventure is begin.. dari padang pasir, sungai, waduk, pantai, semuanya di lalui.. dan menampilkan gambar ala discovery channel… indah,, indah banget.. dia ketemu banyak orang,, dari orang-orang hippie, nudes, pasangan dari Jerman, petani gandum yang bernama Wayne, sampe kakek yang tinggal sendirian yang akhirnya mau ngangkat Chris jadi cucu angkatnya.. semua kisahnya indah dalam menuju Alaska..
begitu sampe Di Alaska,, dia ketemu dengan “magic bus”,, bus yang nggak tahu kenapa bisa nyasar di daerah yang sama sekali nggak ada manusianya.. dia bener-bener hidup sendirian disana.. konflik ketika dia sendiri itulah luar biasa.. lebih tepatnya konflik terhadap diri sendiri.. sampe akhirnya,, dia salah makan tanaman yang mengakibatkan dia keracunan… dan akhirnya dia meninggal bersama jurnal perjalanan yang telah dia buat.. sampe 2 minggu kemudian ada sekelompok petualang yang nemuin mayatnya dia bersama catatan-catatan yang telah dia buat..
film ini indah,, luar biasa indah..
setting alamnya luar biasa,, tapi yang jadi adegan favorit gue adalah waktu Chris balik ke Los Angeles,, dia ngeliat eksekutif di Bar dan membayangkan itu dia,, itu bagi gue luar biasa,, konflik sama diri sendiri dalam menghadapi kemunafikan duniawi,,
jujur gue belom baca bukunya,, kata temen gue,, dari segi cerita,, emang filmnya aga kurang kaya bukunya,, di film,, ada dua perpektif cerita,, yaitu dari Chris sendiri dan dari adiknya Chris..
tapi over all,,, Film ini bagus banget,, bagus buat perspektif kita tentang hidup…
ada satu kalimat terkahir dari Chris yang pantes buat direnungi..
“the happiness is real when it shared..”

PS : Sorry ya,, resensi filmnya jelek,, ya maklum,, belom mahir dalam meresensi..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS